Friday, May 24, 2019

GUNUNG MERAPI DIGUNCANG 5 GEMPA GUGURAN DAN 1 GEMPA TEKTONIK

GUNUNG MERAPI DIGUNCANG 5 GEMPA GUGURAN DAN 1 GEMPA TEKTONIK



Gunung Merapi kembali mengalami lima kali gempa guguran. Selain gempa guguran, juga terjadi satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 15mm selama 48,1 detik pada gunung yang terletak diperbatasan Daerah Istimewah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan, gempa guguran yang terekam selama periode pengamatan beramplitudo 7-15 mm dan berlangsung dari 35,5-85,1 detik. Sejak awal tahun 2019 volume kubah lava Gunung Merapi terhitung relatif tetap karena sebagian besar ekstrusi magma langsung meluncur ke hulu kali Gendol sebagai guguran lava maupun awan panas.

Hasil pengamatan visual menunjukkan, kawah Gunung Merapi mengeluarkan asap putih dengan intensitas tipis setinggi 20 meter di atas puncak kawah gunung. Gunung api paling aktif di Indonesia itu, angin bertiup lemah ke arah selatan dan barat, suhunya 13-19,8 derajat celcius, kelembaban udara 58-87 persen, dan tekanan udaranya 629,2-709,5 mmHg.

Masih Berstatus Waspada

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasi kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana dan mengimbau warga sekitar kawasan alur kali Gendol meningkatkan kewaspadaan karena jarak luncur awan panas guguran Merapi semakin jauh.

No comments:

Post a Comment